Ketika
Cinta itu Mulai Hadir
Aku Rena,gadis
berusia 16 tahun dan aku sangat menyukai yang namanya berkumpul disuatu tempat.
Disaat seperti inilah,dimana aku bisa merasakan kasih sayang dari orang-orang
terdekatku. Aku bangga mempunyai keluarga yang sangat sayang denganku dan juga
para sahabat yang selalu setia denganku. Disaat berkumpul dengan sahabat
seperti inilah yang mampu membunuh segala rasa kejenuhan dihati. Diantara para
sahabatku,memang hanya aku yang belum pernah pacaran,ya maklum lah,bukan karena
tidak laku tapi aku masih takut,kalau nantinya terjadi lagi seperti dulu. Aku selalu
monomer 2 kan masalah hati,karena aku takut kalau orang yang aku sayang akan
meninggalkanku.
Pagi ini,aku
datang kesekolah lebih awal karena aku tau kalau pagi ini ada jamnya Pak
Nudi,guru Matematika paling galak dan satu-satunya guru yang paling ditakutin
oleh kelas ku. Selain galak,Pak Nudi suka memberikan tugas yang amat susah
kalau dikerjakan. Tapi beruntungnya aku,selalu bisa mengerjakannya walaupun
hanya satu nomer doing dari sepuluh soal banyaknya hehehe…. Pagi ini,kelas
memang masih sepi,hanya ada aku,Siska dan Beni. Kalau Beni sudah ketahuan,dia
memang rajin datang pagi karena rumahnya jauh dari jarak kesekolah,tapi kalau
Siska,tumben dia datang lebih awal dari mereka.
“hai Ren,tumben
datang pagi” Tanya Siska.
“hehe iya
nih,soalnya aku takut telat,pas pelajaran Pak Nudi”
“oh gitu”
Kelas sedikit
demi sedikit sudah mulai ramai dan bangku yang kosong sudah mulai dioenuhi
dengan murid-murid. Tapi kok Mely belum datang juga ya,biasanya sih dia duluan
yang dating disbanding denganku. Lebih baik aku telepon aja.
“Reennaaa!!!”
“heh?! Kamu? Baru
aja aku mau telepon kamu”
“hehe,aku telat
nih,tadi ban motorku kemps terus aku terpaksa cari tambal ban,untung aja ada
yang udah buka”
“oh gitu”
Bel masuk sudah
terdengar dan pada saat itu juga Pak Nudi sudah datang. Ya selain terkenal
dengan galaknya,Pak Nudi juga terkenal dengan guru yang paling on time,tidak
pernah telat masuk kelas dan keluarnya pun juga sangat cepat,5 menit mau
bel,dia sudah siap-siap membereskan buku dan segera keluar kelas dengan gaya
khas berjalannya yang tegap itu.
Suasana kelas
begitu sepi dan tenang,sementara Pak Nudi sedang menjelaskan dipapan tulis,kali
ini membahas tentang limit. Seperti biasanya juga,Pak Nudi selesai
menjelaskan,menyuruh kita semua mengerjakan soal yang ada di buku paket. Kalau masalah
limit,aku bisa mengerjakannya,berbagai bentuk soal sudah pernah aku
kerjakan,hehe maklum Ayahku kan seorang dosen Matematika,jadi mau gak mau aku
belajar dengannya juga.
Bel tanda jam
pelajaran habis sudah mulai terdengar,Pak Nudi pun sudah tidak ada dikelas dan
suasana kelas kembali ramai seperti biasa. Disaat jam kosong seperti ini aku
biasa mendengarkan cerita teman-temanku,ada yang galau dan ada juga yang lagi senang. Karena bosen
dikelas,akhirnya aku memutuskan untuk ke kantin,lagian juga sepuluh menit lagi
bel istirahat akan bunyi.
Aku menyusuri
tiap lorong menuju kantin. Banyak kelas yang masih ada gurunya. Saat aku
melewati lapangan aku melihat beberapa anak cowok sedang berolahraga dan aku
melihat Ari yang sedang duduk di pinggir lapangan. Entah kenapa dia tidak
mengikuti olahraga. Mungkin dia sedang sakit atau entahlah. Saat aku sampai
kantin,aku langsung memesan nasi uduk dan es teh manis. Saat aku selesai
makan,tiba-tiba datang Ari yang sedang membawa es teh.
“hai
Ren,sendirian aja”
“eh Ari,iya,abis
bosen dikelas,cuman dengerin anak-anak cerita aja”
“loh emang kamu
gak ada guru?”
“gak ada
Ri,soalnya Bu Tuti lagi ke Kalimantan kan”
“oh gitu toh”
Akhirnya aku dan
Ari mengobrol dikantin sambil menunggu bel istirahat yang tinggal 3 menit lagi. Ari memang anak yang
baik dan ramah sama semua orang,makanya tidak heran dia banyak sekali
temannya,apalagi dia bisa dibilang orang yang paling ganteng di
sekolahku,KATANYA. Banyak cewek-cewek yang suka dengan dia,apalagi kalau dia
sedang main Futsal,pasti cewek-cewek teriak memanggil namanya. Saat aku dan Ari
sedang ngobrol dan bercanda-canda. Ada teman seorang cowok yang memanggil Ari
dan duduk didepan ku.
“weeyy bro apa
kabar,udah lama kita gak kumpul lagi nih” Sapa Ari.
Seperti ini lah
kalau para cowok bertemu dengan teman lamanya,pasti aku bakal dicuekin nih.
“hehehe sory,gue
akhir-akhir ini lagi sibuk sama basket bro” jawab temannya Ari yang tidak tau
siapa namanya itu.
“oh iya kenalin
nih temen gue Rena,Ren ini temen gue Radit” kata Ari.
Oh ternyata
namanya Radit toh,ya lumayan juga lah,akhirnya aku dan Radit berjabat tangan. Ternyata
bel istirahat pun juga sudah terdengar,sebaiknya aku mencari Mely dan yang
lainnya saja,dibandingkan harus disini.
“Ri,aku pergi
dulu ya,mau cari Mely”
“oke
sip,hati-hati ya”
Aku segera pergi
dan menuju kamar mandi. Saat dijalan,aku terus teringat dengan wajahnya
Radit,padahal kan aku baru kenal dengannya. Aaahhh Reennaaaa kamu gak boleh
seperti ini,abaikan saja Radit,kamu baru kenal dengannya. Huufffttt….
Saat aku keluar
dari kamar mandi,tiba-tiba ada yang memegang pundakku.
“Ren,kamu kemana
aja,aku dan Tari cariin kamu tau” Tanya Mely.
“yeee aku dari
tadi di kantin,aku juga cariin kamu tau”
“yaudah ayo ke
kantin lagi” ajak Tari.
Saat pulang
sekolah seperti biasa,Mely pulang duluan karena harus menjemput adiknya juga
dan Tari dia juga pulang dengan pacarnya. Dan kalau aku,ya menunggu angkot yang
menjemputku karena tiap hari aku berangkat dan pulang naik angkot. Saat aku
sedng menunggu angkot di halte dekat sekolahku,ada Radit yang lewat dengan
motor gedenya itu dan menyapaku.
“hai
Ren,sendirian aja ?” Tanya Radit.
“heh?! Ee,,,iiyaa”
duh kenapa aku jadi gugup gini.
“mau bareng
denganku gak? Siapa tau kita searah”
“gak usah,nanti
ngerepotin,kamu”
“udah naik
aja,gak ngerepotin kok”
Akhirnya aku dan
Radit pulang bareng dan ternyata rumah aku dan Radit searah dan satu
komplek,hanya berbeda nama jalannya aja. Selama diperjalanan juga Radit banyak
bicara,ya mulai dengan tentang basketnya sampai dia menanyakan tentang aku.
Saat aku sampai
rumah,Radit meminta nomerku.
“oh iya,Ren,aku
boleh minta nomer kamu gak ?”
“buat apa”
“ya siapa tau aja
kita bisa ngobrol kayak tadi lagi”
Akhirnya aku
memberikan nomerku ke Radit. Dan saat malamnya,Radit sms ku.
Hai,Ren,sory ganggu
malem2,cuman mau kasih tau,ini nomerku ya. Radit
Oh iya Dit,udah aku save ya
Semenjak
smsan itu,aku dan Radit jadi tambah dekat,bahkan Ari pernah bilang kalau Radit
sebenarnya sudah suka denganku sejak kelas 1,tapi baru berani deketin aku
sekarang ini. Pada saat itu juga aku dan Radit sering jalan bareng untuk nonton
bioskop ataupun hanya untuk sekedar makan bareng. Memang saat itu Radit
menunjukkan dirinya kalau dia memang suka denganku,berkali-kali Radit mencoba
memberikan kode,tapi aku terus berpura-pura tidak peka. Karena aku takut dia
cuman mau mainin aku aja.
Hari
ini sekolahku ada acara Pensi dan kebetulan aku datang dengan Radit. Radit terlihat
keren dengan kaos putih dan celana jeans yang dilengkapi dengan sepatunya yang
berwarna hitam. Semua orang kaget melihat aku dan Radit dateng berdua,karena
memang sebelumnya Radit terkenal dengan cowok yang cool disekolahku. Pada saat
itu juga Mely dan Tari langsung menghampiriku.
“Ren,kamu
sama Radit?” Tanya Tari dan Mely.
“apa
sih kalian ini,aku cuman temen sama Radit,kebetulan rumahku dekat dengan
rumahnya,jadi aku bisa berangkat bareng dengannya” jawab aku.
“ah
palingan juga kamu sedikit lagi jadian” kata Tari.
Kalau
untuk masalah jadian,aku tidak tau tapi sejujurnya,aku memang sudah mulai ada
rasa sama Radit,semuanya hadir begitu saja,awal aku berkenalan dengannyamaku
merasakan deg,,,degan dan ketika tiap kali aku jalan dengan Radit,hati aku
terasa nyaman dekatnya,ya sepertinya aku juga mulai suka dengannya,bukan hanya
suka,tapi ada harapan untuk ingin memilikinya.
Saat
aku sedang duduk dan melamun dipinggir lapangan,tiba-tiba Ari datang dan duduk
disebelahku.
“heh?!
Bengong aja,ngapain disini,gabunglah”
“hah?!
Ah Ari ngagetin aja nih”
“oh
iya ada yang mau ngomong nih sama kamu”
“siapa?”
Ternyata
Radit datang dan duduk disebelahkananku,awalnya aku dan Radit hanya diam
saja,tapi aku memutuskan untuk memulai pembicaraan.
“oh
iya kamu mau ngomong apa,tadi kata Ari kamu mau ngomong denganku” Tanya Aku.
“hmm,,,iya
Ren,hmm,,maaf ya kita emang belum deket lama tapi….”
“tapi
apa Dit ?”
Radit
yang terlihat gugup dan suasana menjadi hening.
“hmm,,
eee .. ta,tapii,,tapi aku udah suka sama kamu sejak dari kelas 1,dan menurutku
ini moment yang paling pas buat ungkapin semua isi hati kau selama ini ke kamu”
kata Radit.
Aku
yang mendengar pernyataan Radit,langsung diam dan hanya bisa menatap Radit.
“ee
tapi kalau kamu gak mau terima aku,juga gapapa kok Ren,yang penting aku udah
jujur sama kamu” kata Radit yang tiiba-tiba raut mukanya berubah menjadi murung
dan bĂȘte.
“hmm
Dit,aku mau kok jadi pacar kamu” jawab aku.
“hah?!
Seriusan kamu mau jadi pacar aku Ren?”
‘iya
aku mau kok,dengan segala pertimbangan yang aku dapat,aku juga kayaknya suka
sama kamu”
Tiba-tiba
Radit yang sedng senang langsung memelukku dan berkata “makasih Ren” dan aku
hanya tersenyum manis membalas ucapannya itu. Dan pada saat itu juga lah,lagu
Audy yang berjudul Arti Hadirmu dinyanyikan oleh salah satu Murid sekolahku.
Bunga-bunga layu
Tak mengapa asal kau tumbuh di sampingku
Malam telan cahaya
Tak mengapa asal kau sinari cintamu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Mimpi buruk menyapa
Tak mengapa asal kau ada di pelukku
Tiada pernah berjumpa
Tak mengapa asal kau ada di khayalku
Tak mengapa asal kau tumbuh di sampingku
Malam telan cahaya
Tak mengapa asal kau sinari cintamu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Mimpi buruk menyapa
Tak mengapa asal kau ada di pelukku
Tiada pernah berjumpa
Tak mengapa asal kau ada di khayalku
* segala bujuk rayumu
Buat sejuta ragu
Jantungku pun memacu
Di sini ku berdiri
Reff:
mencoba mengerti arti hadirmu
mengerti sinar di wajahmu
mengerti tenangnya jiwaku
akhirnya ku mengerti
diriku memang untuk kau miliki
Bagai mentari pagi
Menyapa diri lewat hangatnya tatapmu
Kini mimpi di indahku
Tlah terwujud jagalah binar cintaku
BY,Eka Indria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar