Sabtu, 20 April 2013

CERPEN 3


Ketika Cinta itu Mulai Hadir
Aku Rena,gadis berusia 16 tahun dan aku sangat menyukai yang namanya berkumpul disuatu tempat. Disaat seperti inilah,dimana aku bisa merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekatku. Aku bangga mempunyai keluarga yang sangat sayang denganku dan juga para sahabat yang selalu setia denganku. Disaat berkumpul dengan sahabat seperti inilah yang mampu membunuh segala rasa kejenuhan dihati. Diantara para sahabatku,memang hanya aku yang belum pernah pacaran,ya maklum lah,bukan karena tidak laku tapi aku masih takut,kalau nantinya terjadi lagi seperti dulu. Aku selalu monomer 2 kan masalah hati,karena aku takut kalau orang yang aku sayang akan meninggalkanku.
Pagi ini,aku datang kesekolah lebih awal karena aku tau kalau pagi ini ada jamnya Pak Nudi,guru Matematika paling galak dan satu-satunya guru yang paling ditakutin oleh kelas ku. Selain galak,Pak Nudi suka memberikan tugas yang amat susah kalau dikerjakan. Tapi beruntungnya aku,selalu bisa mengerjakannya walaupun hanya satu nomer doing dari sepuluh soal banyaknya hehehe…. Pagi ini,kelas memang masih sepi,hanya ada aku,Siska dan Beni. Kalau Beni sudah ketahuan,dia memang rajin datang pagi karena rumahnya jauh dari jarak kesekolah,tapi kalau Siska,tumben dia datang lebih awal dari mereka.
“hai Ren,tumben datang pagi” Tanya Siska.
“hehe iya nih,soalnya aku takut telat,pas pelajaran Pak Nudi”
“oh gitu”                                                        
Kelas sedikit demi sedikit sudah mulai ramai dan bangku yang kosong sudah mulai dioenuhi dengan murid-murid. Tapi kok Mely belum datang juga ya,biasanya sih dia duluan yang dating disbanding denganku. Lebih baik aku telepon aja.
“Reennaaa!!!”
“heh?! Kamu? Baru aja aku mau telepon kamu”
“hehe,aku telat nih,tadi ban motorku kemps terus aku terpaksa cari tambal ban,untung aja ada yang udah buka”
“oh gitu”
Bel masuk sudah terdengar dan pada saat itu juga Pak Nudi sudah datang. Ya selain terkenal dengan galaknya,Pak Nudi juga terkenal dengan guru yang paling on time,tidak pernah telat masuk kelas dan keluarnya pun juga sangat cepat,5 menit mau bel,dia sudah siap-siap membereskan buku dan segera keluar kelas dengan gaya khas berjalannya yang tegap itu.
Suasana kelas begitu sepi dan tenang,sementara Pak Nudi sedang menjelaskan dipapan tulis,kali ini membahas tentang limit. Seperti biasanya juga,Pak Nudi selesai menjelaskan,menyuruh kita semua mengerjakan soal yang ada di buku paket. Kalau masalah limit,aku bisa mengerjakannya,berbagai bentuk soal sudah pernah aku kerjakan,hehe maklum Ayahku kan seorang dosen Matematika,jadi mau gak mau aku belajar dengannya juga.
Bel tanda jam pelajaran habis sudah mulai terdengar,Pak Nudi pun sudah tidak ada dikelas dan suasana kelas kembali ramai seperti biasa. Disaat jam kosong seperti ini aku biasa mendengarkan cerita teman-temanku,ada yang galau dan  ada juga yang lagi senang. Karena bosen dikelas,akhirnya aku memutuskan untuk ke kantin,lagian juga sepuluh menit lagi bel istirahat akan bunyi.
Aku menyusuri tiap lorong menuju kantin. Banyak kelas yang masih ada gurunya. Saat aku melewati lapangan aku melihat beberapa anak cowok sedang berolahraga dan aku melihat Ari yang sedang duduk di pinggir lapangan. Entah kenapa dia tidak mengikuti olahraga. Mungkin dia sedang sakit atau entahlah. Saat aku sampai kantin,aku langsung memesan nasi uduk dan es teh manis. Saat aku selesai makan,tiba-tiba datang Ari yang sedang membawa es teh.
“hai Ren,sendirian aja”
“eh Ari,iya,abis bosen dikelas,cuman dengerin anak-anak cerita aja”
“loh emang kamu gak ada guru?”
“gak ada Ri,soalnya Bu Tuti lagi ke Kalimantan kan”
“oh gitu toh”
Akhirnya aku dan Ari mengobrol dikantin sambil menunggu bel istirahat yang  tinggal 3 menit lagi. Ari memang anak yang baik dan ramah sama semua orang,makanya tidak heran dia banyak sekali temannya,apalagi dia bisa dibilang orang yang paling ganteng di sekolahku,KATANYA. Banyak cewek-cewek yang suka dengan dia,apalagi kalau dia sedang main Futsal,pasti cewek-cewek teriak memanggil namanya. Saat aku dan Ari sedang ngobrol dan bercanda-canda. Ada teman seorang cowok yang memanggil Ari dan duduk didepan ku.
“weeyy bro apa kabar,udah lama kita gak kumpul lagi nih” Sapa Ari.
Seperti ini lah kalau para cowok bertemu dengan teman lamanya,pasti aku bakal dicuekin nih.
“hehehe sory,gue akhir-akhir ini lagi sibuk sama basket bro” jawab temannya Ari yang tidak tau siapa namanya itu.
“oh iya kenalin nih temen gue Rena,Ren ini temen gue Radit” kata Ari.
Oh ternyata namanya Radit toh,ya lumayan juga lah,akhirnya aku dan Radit berjabat tangan. Ternyata bel istirahat pun juga sudah terdengar,sebaiknya aku mencari Mely dan yang lainnya saja,dibandingkan harus disini.
“Ri,aku pergi dulu ya,mau cari Mely”
“oke sip,hati-hati ya”
Aku segera pergi dan menuju kamar mandi. Saat dijalan,aku terus teringat dengan wajahnya Radit,padahal kan aku baru kenal dengannya. Aaahhh Reennaaaa kamu gak boleh seperti ini,abaikan saja Radit,kamu baru kenal dengannya. Huufffttt….
Saat aku keluar dari kamar mandi,tiba-tiba ada yang memegang pundakku.
“Ren,kamu kemana aja,aku dan Tari cariin kamu tau” Tanya Mely.
“yeee aku dari tadi di kantin,aku juga cariin kamu tau”
“yaudah ayo ke kantin lagi” ajak Tari.
Saat pulang sekolah seperti biasa,Mely pulang duluan karena harus menjemput adiknya juga dan Tari dia juga pulang dengan pacarnya. Dan kalau aku,ya menunggu angkot yang menjemputku karena tiap hari aku berangkat dan pulang naik angkot. Saat aku sedng menunggu angkot di halte dekat sekolahku,ada Radit yang lewat dengan motor gedenya itu dan menyapaku.
“hai Ren,sendirian aja ?” Tanya Radit.
“heh?! Ee,,,iiyaa” duh kenapa aku jadi gugup gini.
“mau bareng denganku gak? Siapa tau kita searah”
“gak usah,nanti ngerepotin,kamu”
“udah naik aja,gak ngerepotin kok”
Akhirnya aku dan Radit pulang bareng dan ternyata rumah aku dan Radit searah dan satu komplek,hanya berbeda nama jalannya aja. Selama diperjalanan juga Radit banyak bicara,ya mulai dengan tentang basketnya sampai dia menanyakan tentang aku.
Saat aku sampai rumah,Radit meminta nomerku.
“oh iya,Ren,aku boleh minta nomer kamu gak ?”
“buat apa”
“ya siapa tau aja kita bisa ngobrol kayak tadi lagi”
Akhirnya aku memberikan nomerku ke Radit. Dan saat malamnya,Radit sms ku.

Hai,Ren,sory ganggu malem2,cuman mau kasih tau,ini nomerku ya. Radit
Oh iya Dit,udah aku save ya

Semenjak smsan itu,aku dan Radit jadi tambah dekat,bahkan Ari pernah bilang kalau Radit sebenarnya sudah suka denganku sejak kelas 1,tapi baru berani deketin aku sekarang ini. Pada saat itu juga aku dan Radit sering jalan bareng untuk nonton bioskop ataupun hanya untuk sekedar makan bareng. Memang saat itu Radit menunjukkan dirinya kalau dia memang suka denganku,berkali-kali Radit mencoba memberikan kode,tapi aku terus berpura-pura tidak peka. Karena aku takut dia cuman mau mainin aku aja.
Hari ini sekolahku ada acara Pensi dan kebetulan aku datang dengan Radit. Radit terlihat keren dengan kaos putih dan celana jeans yang dilengkapi dengan sepatunya yang berwarna hitam. Semua orang kaget melihat aku dan Radit dateng berdua,karena memang sebelumnya Radit terkenal dengan cowok yang cool disekolahku. Pada saat itu juga Mely dan Tari langsung menghampiriku.
“Ren,kamu sama Radit?” Tanya Tari dan Mely.
“apa sih kalian ini,aku cuman temen sama Radit,kebetulan rumahku dekat dengan rumahnya,jadi aku bisa berangkat bareng dengannya” jawab aku.
“ah palingan juga kamu sedikit lagi jadian” kata Tari.
Kalau untuk masalah jadian,aku tidak tau tapi sejujurnya,aku memang sudah mulai ada rasa sama Radit,semuanya hadir begitu saja,awal aku berkenalan dengannyamaku merasakan deg,,,degan dan ketika tiap kali aku jalan dengan Radit,hati aku terasa nyaman dekatnya,ya sepertinya aku juga mulai suka dengannya,bukan hanya suka,tapi ada harapan untuk ingin memilikinya.
Saat aku sedang duduk dan melamun dipinggir lapangan,tiba-tiba Ari datang dan duduk disebelahku.
“heh?! Bengong aja,ngapain disini,gabunglah”
“hah?! Ah Ari ngagetin aja nih”
“oh iya ada yang mau ngomong nih sama kamu”
“siapa?”
Ternyata Radit datang dan duduk disebelahkananku,awalnya aku dan Radit hanya diam saja,tapi aku memutuskan untuk memulai pembicaraan.
“oh iya kamu mau ngomong apa,tadi kata Ari kamu mau ngomong denganku” Tanya Aku.
“hmm,,,iya Ren,hmm,,maaf ya kita emang belum deket lama tapi….”
“tapi apa Dit ?”
Radit yang terlihat gugup dan suasana menjadi hening.
“hmm,, eee .. ta,tapii,,tapi aku udah suka sama kamu sejak dari kelas 1,dan menurutku ini moment yang paling pas buat ungkapin semua isi hati kau selama ini ke kamu” kata Radit.
Aku yang mendengar pernyataan Radit,langsung diam dan hanya bisa menatap Radit.
“ee tapi kalau kamu gak mau terima aku,juga gapapa kok Ren,yang penting aku udah jujur sama kamu” kata Radit yang tiiba-tiba raut mukanya berubah menjadi murung dan bĂȘte.
“hmm Dit,aku mau kok jadi pacar kamu” jawab aku.
“hah?! Seriusan kamu mau jadi pacar aku Ren?”
‘iya aku mau kok,dengan segala pertimbangan yang aku dapat,aku juga kayaknya suka sama kamu”
Tiba-tiba Radit yang sedng senang langsung memelukku dan berkata “makasih Ren” dan aku hanya tersenyum manis membalas ucapannya itu. Dan pada saat itu juga lah,lagu Audy yang berjudul Arti Hadirmu dinyanyikan oleh salah satu Murid sekolahku.

Bunga-bunga layu
Tak mengapa asal kau tumbuh di sampingku
Malam telan cahaya
Tak mengapa asal kau sinari cintamu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Mimpi buruk menyapa
Tak mengapa asal kau ada di pelukku
Tiada pernah berjumpa
Tak mengapa asal kau ada di khayalku
* segala bujuk rayumu 
Buat sejuta ragu
Jantungku pun memacu
Di sini ku berdiri

Reff: mencoba mengerti arti hadirmu
mengerti sinar di wajahmu
mengerti tenangnya jiwaku
akhirnya ku mengerti
diriku memang untuk kau miliki

Bagai mentari pagi
Menyapa diri lewat hangatnya tatapmu
Kini mimpi di indahku
Tlah terwujud jagalah binar cintaku

                                                                                                                                              BY,Eka Indria





Tidak ada komentar:

Posting Komentar